Energi adalah suatu masalah di Acheh selain transportasi, sekalipun dari tanah itu minyak dan gas alam diangkut berkapal-kapal sepanjang musim sejak tahun 1970-an. Rakyat miskin sudah biasa berantrian untuk membeli minyak tanah dan bensin, bahkan adakala tidak dapat mendapatkan gas. Bahkan yang terburuk adalah ketidak cukupan tenaga listrik bagi penduduk di kampung dan kota.
Perusahaan listrik Indonesia di Acheh yang mendapat hak monopoli telah gagal mencukupi kebutuhan tenaga listrik bagi penduduk dan sektor bisnis yang semestinya sangat vital untuk kebutuhan rakyat dan kemajuan ekonomi. Menyakitkan, dengan alasan kekurangan bahan bakar di tanah yang berjuta kubik gas dan minyak bumi diproduksi. Malah hasil minyak di Acheh akan meningkat setelah blok minyak di Peureulak mulai dikuras.
Acheh sebagai zona penghasil energi adalah pasti, ini akan bertambah sekiranya sumber minyak di perairan Sinabang dapat diambil. Akan tetapi di ibukota Acheh sekalipun listrik masih padam setiap minggu. Padahal kebutuhan bahan bakar dari minyak dan gas tersedia di depan mata. Kemana gas dan minyak? Rakyat bukan saja tidak mendapat kesejahteraan dari bagi hasil minyak dan gas, tapi juga tak memperoleh kebutuhan tenaga listrik yang sesungguhnya dapat dihasilkan dengan persediaan minyak dan gas yang begitu banyak di Acheh.

0 comments:
Post a Comment